Hilangkan prasangka dan dengki antar apoteker dengan cara ini

Aku menyimak obrolan dua pemuda di pelataran parkir Auditorium Universitas Muhammadiyah Purwokerto, salah satu pemuda itu aku kenal baik karena aku membantunya magang di bisnis apotek hingga ku bimbing untuk buka apotek sendiri kala itu.
“Bagaimana kabar apotek-mu? Ku dengar akan ada apotek baru disekitarmu ya…”, tanyaku.
“ya, alhamdulillah 6 bulan ini sudah jalan, pak Arif… tapi ya baru 300ribuan omzet per hari-nya.” jawabnya, “kalau soal akan ada apotek baru, yaa..semoga ga jadi Pak.”
“oh, sorry ya, de.. menurutku ada sisi positif kalau ada kompetitor disekitarmu.”,aku bersiap memberikan kuliah singkat padanya. Kedua pemuda ini bersiap mencatat beberapa poin utama dalam tema “Bagaimana agar kita lebih ridha dengan hadir-nya kompetitor di sekitar kita?”

Sahabat dan sejawat anggota PC IAI Banyumas yang aku hormati,
Kita kenal ada 2 terminologi terkait Membangun Keunggulan Bersaing, yaitu Kompetisi dan Surpetisi.
Kompetisi itu perlombaan, dimana beberapa orang melakukan hal yang SAMA, utk tujuan yang SAMA, yaitu Medali yang sama-sama diperebutkan.. dalam kompetisi akan selalu ada pemenang dan pecundang.
Semua Apoteker yang punya apotek melakukan hal yg sama… sepakat ya?
Tujuannya sama… akuisisi market pasar utk mendapatkan omzet terbesar…
Dan akhirnya akan ada apotek ramai dan apotek sepi… ada pemenang ada pecundang… begitulah kompetisi….
Pernah ada sejawat Apoteker yang sudah lebih dari 15 tahun bisnis apotek hingga memiliki beberapa cabang apotek berkata kepadaku…
mungkinkah apotek yang bersebelahan bisa ramai semua, Pak?
Bisa akur?
Ga mungkin pak Arif…
Iya, Mba.. benar…. aku bilang begitu…
Ya, barangkali memang benar… omzet akan turun… laba akan lebih kecil… tapi, rezeki kita tetap cukup… insyaAllah KEBUTUHAN akan tetap terpenuhi… kecuali, kita sendiri yang confuse atau bingung tentang mana KEBUTUHAN dan mana KEINGINAN..

Tapi… karena dia kekeuh…. jadi aku dah males lanjutin bicara tentang Surpetisi, biarlah… gpp..
karena bagi sebagian orang… kompetisi memang sudah lumrah ada & setiap orang akan berusaha menyelamatkan kue bisnis-nya… artinya, seakan-akan… KEHADIRAN apoteker atau bisnis apotek lain, akan mengancam bisnis-nya..
Lah.. kok rasanya … kita jadi jahat banget kan…
karena ternyata kita dengki sama orang lain atau bisnis lain yang hadir di tengah-tengah market kita…
Padahal, coba kita renungkan sejenak… barangkali kita sedang berniat membuka sebuah bisnis di satu tempat.. kita juga ingin diberi kesempatan utk memulai bisnis kan… dan kita tidak ingin merusak ekosistem bisnis yang sudah ada.
Tapi kan, pak Arif… belum tentu mereka punya niat baik? Atau malah mereka sengaja datang untuk merusak ekosistem bisnis yang sudah kita buat..
Ya, klo memang benar begitu… kita instrospeksi… audit current bisnis… audit kondisi bisnis kita sendiri lalu perbaiki… iya kan?
Sebentar… bukankah para pesaing itu bisa menjadi cermin bagi kita… mereka punya strategi, kita bisa bercermin pada mereka dan kita bisa berbenah tuk improvisasi atau inovasi kan?
Ya, seperti kita ga bisa lihat tahi lalat di dahi kita sendiri…
Kita butuh cermin utk melihat bagaimana kondisi loyalitas pelanggan kita..
Gitu..
Nah, ini kita rubah MINDSET-nya… Hadirnya bisnis lain, bukan utk merusak bisnis kita… biarkan mereka, kita yang musti rajin berbenah dan meningkatkan loyalitas atau customer engagement bagi bisnis kita…
Dan kembali lagi, itulah sejatinya SURPETISI

Oke, tadi aku udah cerita tentang kompetisi… sekarang aku perkenalkan istilah Sur/Petisi,
Dan Surpetisi ini sesungguhnya sangat berbeda dengan Kompetisi,
Surpetisi ini aku pahami bukan sebagai perlombaan, tapi berlomba-lomba…
Apa bedanya perlombaan dan berlomba-lomba?
Kalimat berlomba-lomba ini sering disampaikan oleh Rasulullah SAW agar kita berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan perlombaan lho ya, beda ternyata..
Betul…
Jadi Surpetisi adalah sebuah kondisi berlomba-lomba, dimana beberapa orang melakukan hal yang “terlihat” sama, untuk tujuan atau target masing-masing, yaitu medali kemenangan masing-masing… dalam surpetisi, semua apoteker berhak utk menang, karena mereka ENJOY, EASY, EXCELLENT dan EARN dalam ragam aktifitas yang Gue Banget bagi mereka…
Surpetisi, itulah salah satu bentuk Evaluasi dalam sisi EGO dan INDIVIDUALITAS , ketika seorang anak… membuat target pencapaian atas aktifitas yang dia pilih secara sadar dan dia berusaha keras disana, mengalahkan kemalasan dan berbagai hambatan dalam diri, kemudian dia mencapai target kemenangan itu,
tanpa mengalahkan orang lain,
tanpa merusak harapan orang lain,
tanpa melukai perasaan orang lain…
Sebagaimana saat anak kita lahir ke dunia ini, dia hadir tanpa mengusik kehadiran manusia lain.
Itulah FITRAH… sekali lagi, itulah FITRAH.
Dan saat kita mampu mendidik diri kita agar sesuai dengan FITRAH kita, saat itulah KITA AKAN BERBAHAGIA … bahagia tanpa syarat…
Fitrah itu… innately pre-Dispossed to know God and to do good, yaitu menumbuhkan sesuatu sifat pembawaan dalam diri kita utk mengenal Tuhan kita dan berbuat baik atas diri kita dan semesta-nya, saat itulah kita menjadi Ayah atau Bisnis-man yang bahagia penuh dengan keberkahan….
Mungkin memang tak kaya raya… tapi, cukup dan ada keseimbangan antara karir, bisnis dan keluarga…

Ya, keluarga kita terutama anak2 akan melihat Ayah atau Bunda-nya kan… mereka akan bahagia klo Ayah dan Bunda-nya berbahagia pada kondisi apapun… hadirnya pesaing, tak pernah merusak kebahagiaan itu.. santuy…
Kelak, Anak kita yang melihat Ayah Bunda-nya berbisnis selaras dengan Fitrah… akan berkata,
Ayah, Bunda… you’re not perfect.. buat you’re special and limited edition.
That’s all.
masyaAllah..

Udah, gitu aja ya teman2… semoga bermanfaat dan teman2 bisa berbahagia bersama keluarga Anda, tanpa syarat.. tanpa merusak atau merampas kebahagiaan orang lain.
Semoga setelah membaca ini, Anda lebih berbahagia.

Penulis : apt Arif Budianto, S.Si. (@arifapoteknh)