Tahun Pertama Buka Apotek? Jangan Terlewat Baca Ini

Sahabat dan sejawat Apoteker PC IAI Banyumas yang kami hormati,
Berikut adalah rangkuman sesi mentoring kami (Apotek Nh Beji) bersama mas Jaya Setiabudi yang insyaAllah sangat bermanfaat buat teman-teman yang mengawali bisnis apotek. Sekali lagi, ini resume yaa.. artinya kalau teman-teman ingin mendapatkan materi lebih lengkap, silakan teman-teman siapkan waktu dan tenaga untuk belajar langsung melalui video-video mas Jaya Setiabudi yang banyak bertebaran di dunia maya. Sepakat ya?

Sesi Mentoring Buka Langsung Laris

Diawal, mas Jaya Setiabudi menjelaskan tentang Framework ForMULA , sebuah kerangka kerja yang telah valid untuk membantu UMKM berkembang dan membangun bisnisnya sesuai 5 tangga bisnis.
Materi Buka Langsung Laris terdiri atas :

1. Membidik Pasar Potensial
Kita wajib mendefinisikan pasar & mengutamakan memilih produk2 yang memiliki pasangan pasar yang potensial. Mendefinisikan pasar itu misalnya : siapa yang beli di apotek-mu, mereka tinggal dimana, berapa besaran transaksi yang mereka lakukan, juga bagaimana mereka akan datang kembali ke apotek-mu. Di awal buka apotek, kita bisa lakukan studi prevalensi dengan mengambil data dari Puskesmas setempat dan membuat daftar kebutuhan obat yang relevan dengan prevalensi penyakit di sekitar tempat tinggalmu.

2. Produk yang Ngangenin
Produk yang benar-benar berkualitas, membuat pelanggan datang lagi, & pastikan produk tersebut tidak mudah ditiru. Lakukan uji ngangenin (minta pasar untuk mencoba & minta feedback pasar, bukan testimoni) untuk produk kita & memastikan bahwa produk kita dibeli oleh pelanggan yang sesungguhnya, bukan reseller/agen distribusi.
Maksudku, jangan langsung bahagia kalau apotek kita diserbu karena murah dan harga grosir, jangan-jangan obat itu dijual lagi dan proses akuisisi pasar atau pelanggan bagi apotek-mu justru terhambat karena persaingan yang tidak terdefinisi (ingat yaa.. bersaing itu perlu, asal kita pegang DATA).

3. Kemasan Pertama yang diambil
Perlu riset kemasan yang attraktif. Lihat kemasan produk yang sejenis & bagaimana produk kita menjadi lebih attraktif dan berbeda dibandingkan produk umumnya. Coba tanya kepada pelanggan atau calon pelanggan apotek kita, bagaimana tampilan yang paling mereka sukai untuk produk, layout, bahkan penampilan apoteker dan karyawan apoteknya.

4. Merek yang ngeTOP
Cek apakah produk kita terasosiasi pada sesuatu. Pilih merek yang dekat & menarik didengar atau meyentuh emosi pelanggan atau target pasar. Apa merek atau nama yang kita pilih untuk apotek kita? Cobalah untuk menceritakan pilihan namamu dan cek apakah mereka terasosiasi pada sesuatu. Misalnya nama apotekku, Nh Beji, ku sampaikan pada pelanggan bahwa Nh itu nama ibuku, artinya cahaya kehidupan. Nah, ku ceritakan pada pelanggan bahwa aku ingin apotek ini menjadi cahaya/harapan kesehatan (kehidupan) bagi masyarakat di sekitar Desa Beji.

5. Saluran Distribusi = Media Promosi
Kita menggunakan sarana distribusi sebagai media promosi. Memerlukan kreatifitas & mempelajari bagaimana pasar potensial akan bersentuhan dengan produk kita. Distribusi dan promosi harus seimbang. Saluran Distribusi yang sesuai pada saat awal buka, belum tentu cocok seterusnya, jadi perlu menggunakan 11 kombinasi saluran distribusi yang ada. Apa saja itu? Lengkapnya ada di video-video Mas Jaya Setiabudi. Jangan sampai terlewat ya temans…

6. Penyebar Virus (Viral Marketing)
Ada 3 penyebar virus : orang ternama & punya follower yang banyak, sosial media, komunitas (kumpulan orang-orang yang saling mempengaruhi). Kita bisa menggunakan kekuatan komunitas untuk meningkatkan promosi secara eksponesial di sosial media mereka. Cek, siapa saja yang akan membantu penjualan Apotekmu?
Siapa saja yang begitu kangen dengan layanan kefarmasian yang kamu lakukan? Ajak mereka menjadi bagian dari metode Word of Mouth Marketing-mu (alias Getok Tular).

7. Lompatan Konversi (menduplikasi)
Semua hal yang akan meningkatkan pembelian dari setiap prospek yang telah bertanya tentang produk kita atau mampir ke outlet kita. Evaluasi Produk kita, apakah sudah benar-benar ngangenin? Harga yang pantas, ada insentif, keterbatasan, keterdesakan waktu, kemudahan dalam pembelian.
Teman-teman yang aku hormati, ada yang disebut Ansoff Matrix :

Meningkatkan pendapatan dalam bisnis apotek, tak selalu harus membuka outlet baru. Kamu bisa lebih hemat waktu ngurusi bisnis untuk ngurusi keluarga, dengan skema Ansoff Matrix tentunya.
Pertama, coba lakukan evaluasi produk-produk yang saat ini diminati oleh pelanggan-mu, lalu coba tawarkan ke pasar yang lain (Market Development)
Kedua, coba lakukan evalusi pasar atau pelanggan-mu saat ini, lalu coba tawarkan produk baru bagi mereka (Product Development)
Ketiga, coba tawarkan produk yang baru kepada pasar yang baru, namanya Difersifikasi atau Blue Ocean Strategy.

Yes.. selamat mencoba yaa.

Penulis : apt Arif Budianto, S.Si. (@arifapoteknh)